PRD-FIRST VIBE CODING
Udah Prompt Panjang, Hasilnya Tetap Meleset?
Ngoding bareng AI tapi hasilnya nggak sesuai bayangan? Masalahnya biasanya bukan di prompt-nya.
Hasil melesetUdah dijelasin panjang lebar, yang keluar tetap beda dari yang lu maksud.
Nggak yakin benerCode-nya jalan, tapi lu sendiri nggak yakin ini udah bener atau belum.
Rework terusUdah jalan, eh ternyata harus dirombak ulang dari awal.
AKAR MASALAHNYA
Kenapa Hasil Vibe Coding Suka Berantakan?
Bukan karena AI-nya jelek. AI sekarang udah pinter banget nulis code. Justru itu masalahnya.
Ketika nulis code jadi murah dan cepat, yang mahal bukan lagi kemampuan ngetik code. Yang mahal adalah tau persis apa yang mau dibangun.
Dan di sinilah yang sering kelewat: kita mulai dari prompt, bukan dari keputusan. Prompt pertama terasa produktif, code langsung muncul, ada progress yang keliatan. Padahal kalau keputusan pentingnya belum dibuat, kecepatan itu cuma bikin lu ngebut ke arah yang salah.
Selama ide di kepala masih buram, AI cuma punya satu pilihan: menebak. Dan tebakan yang ditulis jadi code tetap keliatan rapi, tetap jalan, tetap lolos sampai lu sadar arahnya udah melenceng jauh.
DASARNYA DULU
PRD Itu Apa, dan Kenapa Penting Sebelum Ngoding Bareng AI?
PRD (Product Requirement Document) itu dokumen yang menjelaskan apa yang mau dibangun dan kenapa — bukan gimana cara ngodingnya.
Selama ini PRD identik sama kerjaan Product Manager di perusahaan besar: dokumen panjang, banyak meeting, banyak approval. Makanya banyak developer yang ngerasa ini bukan urusan mereka.
Tapi begitu lu ngoding bareng AI, fungsinya berubah. PRD jadi source of truth yang bikin AI nggak perlu nebak. Tanpa itu, setiap prompt baru adalah kesempatan baru buat AI salah nebak — dan lu baru sadar pas code-nya udah jadi.
Bentuknya juga nggak harus tebal. Buat MVP sederhana, satu sampai tiga kalimat per bagian sering udah cukup. Yang penting keputusan pentingnya nggak cuma hidup di kepala lu atau di chat yang nanti ke-scroll hilang.
SOLUSINYA
Framework PRD-First Vibe Coding
Prinsipnya satu kalimat: vibe coding, tapi tetap ngerti coding. Lu tetap pakai AI buat mikir, bikin draft, nulis code, sampai review. Yang nggak diserahkan cuma satu: keputusan soal apa yang sebenarnya dibangun.
- DECIDE
- PLAN
- BUILD
- REVIEW
- SHIP
Keputusan dibuat dulu, baru AI ngoding. Tiap tahap punya pertanyaannya sendiri, dan makin turun makin konkret. Nggak semua project butuh semua tahap — detail mengikuti complexity dan risk. Ganti copy tombol jelas nggak butuh PRD. Ubah alur payment atau authorization? Beda cerita.
Detail tiap tahap, contoh nyata, dan template-nya dibahas tuntas di dalam ebook.
Satu aturan yang dipegang sepanjang framework ini: AI-generated bukan berarti approved.
SIAPA YANG NULIS
Ditulis dari Pengalaman, Bukan Teori
ISI EBOOK
Apa yang Lu Dapet
Ebook lengkap, 10 chapter (~2 jam baca). Dari kenapa judgment jadi mahal, sampai cara nutup loop lewat feedback user.
Versi ringkas per chapter (~15 menit) buat yang mau cepet nangkep intinya dulu.
Cheat sheet satu layar, gampang dibuka ulang pas lagi ngerjain project.
5 companion resource siap pakai: Lean Product PRD Template, Feature PRD Template, Execution Plan Template, AI Code Review Checklist, dan 24 AI Prompts — tinggal klik "Salin" dari halamannya.
Semuanya dalam satu website yang bisa diakses kapan aja, di device mana aja. Nggak ada PDF yang ketinggalan di folder Download.
TARGET PEMBACA
Cocok Buat Lu yang...
- Udah biasa vibe coding tapi ngerasa hasilnya suka meleset dari yang dibayangin.
- Mau ngoding lebih cepat bareng AI tanpa kehilangan pemahaman soal code-nya sendiri.
- Lagi bangun product atau MVP dan butuh cara mikir yang lebih terstruktur sebelum eksekusi.
Kalau lu cuma bikin script sekali pakai buat iseng, jujur aja — lu nggak butuh ini. Framework ini mulai kerasa gunanya waktu prototype lu mulai berubah jadi product beneran.
FAQ
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Gua bukan Product Manager. PRD tetap relevan buat gua?
Justru itu intinya. PRD di sini bukan dokumen formal buat approval manajemen, tapi cara lu memperjelas keputusan sebelum nyuruh AI ngoding. Formatnya ringan, isinya cuma yang perlu, dan yang baca cuma lu sama AI.
Setiap project harus bikin PRD lengkap?
Nggak. Detail mengikuti complexity dan risk. Ganti label tombol cukup langsung dikerjain. Tapi begitu nyentuh payment, authorization, atau data user yang udah ada, di situ PRD dan review-nya yang harus naik levelnya.
Ini ngajarin tools tertentu (Cursor, Claude Code, Copilot)?
Nggak terikat tool tertentu. Yang dibahas cara mikir dan workflow-nya, jadi tetap kepakai apapun AI coding tool yang lu pakai sekarang maupun nanti.
Gua udah jago ngoding, masih perlu?
Yang berubah karena AI bukan kemampuan ngoding lu, tapi kecepatan eksekusinya. Justru makin cepat AI nulis code, makin gampang kebawa ngerjain hal yang belum tentu perlu. Framework ini soal menjaga arah, bukan soal belajar syntax.
Formatnya apa? PDF atau apa?
Bukan PDF. Ebook-nya berupa website yang bisa dibuka kapan aja lewat link dan password yang lu dapet setelah pembelian. Isinya ada empat versi: lengkap, ringkas, cheat sheet, dan halaman template yang bisa langsung disalin.
Setelah beli, aksesnya berlaku selamanya?
Iya, link dan password-nya tetap bisa dipakai. Kalau ada update konten, versi yang lu akses juga ikut ter-update tanpa perlu beli ulang.
Vibe Coding, Tapi Tetap Ngerti Coding
Bangun sesuatu yang berguna, dengan lebih cepat, tanpa kehilangan pemahaman tentang apa yang sebenarnya lu bangun.
Rp49.000Rp99.000HEMAT 50%
Claim Diskon 50% SekarangHarga promo, bakal balik ke Rp99.000. Akses langsung setelah pembayaran.